Kamis, 30 Oktober 2014

MERANCANG KONSEP PEMBANGUNAN E-BUSSINESS

 

Tugas ini ditulis dengan tujuan untuk melengkapi tugas tengah semester 3 dari Bpk. Barkah S.MSc mata kuliah e-bussiness untuk merancang konsep pembangunan e-bussiness. Dalam pemenuhan tugas tengah semester ini saya melakukan observasi di PT Central Java Makmur Jaya jl. Purworejo-magelang dengan alasan karena perusahaan tersebut belum menggunakan internet ,dalam tulisan ini yang akan dibahas diantaranya :
1.        Insfrastruktur di dalam perusahaan tersebut:
·       Software dan hardware
2.        Analisa biaya:
·       Pembuatan domain
·       Hosting
·       Pembuatan wi.fi
3.        Rancangan desain website


PEMBAHASAN
1.   Infrastruktur di dalam perusahaan tersebut
Software :
a.    Mikrosoft office 2007
b.    Google chrome
c.    Mozila firefox
d.   Internet
e.    Windows 7
Hardware :
a.    Komputer acer LCD
b.    Printer & scan canon

2.       Analisa biaya
a.    Pembuatan domain
Untuk domain yang saya rencanakan untuk perusahaan tersebut yaitu www.cjmj.mgl.co.id dengan biaya register sebesar Rp 110.000.
persyaratan untuk pembuatan domain diantaranya :
a.    Akte Notaris (bila tidak ada SIUP)
b.    SIUP
c.    Surat Bukti Kepemilikan Merk atau Hak Paten (bila memakai merek terkenal)
d.   Kartu Identitas Penerima Kuasa (KTP/ SIM/ Pasport).
Ketentuan khusus pendaftaran domain perusahaan .CO.ID:
a.    Domain CO.ID ditujukan untuk organisasi komersial yang pada ketentuan dan kebijakan selanjutnya hanya diperuntukan bagi perusahaan swasta yang memiliki badan hukum.
b.    Perusahaan yang dapat mendaftarkan dalam “CO.ID” harus merupakan badan hukum sah yang memiliki SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) atau badan hukum sah yang berbentuk PT, PK, atau Firma yang memiliki akte serta izin usaha yang terkait.
c.    Perusahaan yang mendaftarkan dalam merek dagang harus merupakan perusahaan pemilik hak merek dagang yang bersangkutan. Identitas yang digunakan untuk pendaftaran adalah Surat Bukti Kepemilikan Merk yang disahkan oleh Departemen Kehakiman RI.

a.      Hosting (Rp. 100.000/th.)
300 MD Disk Space
5 GB Bandwicth
1 Addon domain
Yang dilengkapi dengan :
cPanel & liteSpeed webserver
99,9% Uptime Guarantee
Unlimited email account
POP3,IMAP,SMTP & Webmall
Softaculous Autoinstaller
PHP,CGI, Perl & MySQL
Weekly Backups

 

a.      Pembuatan wi.fi
Dalam pembuatan wi.fi pelanggan tidak menyediakan alat karena ada perusahaan jasa yang sudah menyediakan seluruh alat yang akan digunakan, harga perangkat termasuk jasa sebesar Rp 999.000 dengan biaya internet sebesar Rp 250.000/bln.
   
Rincian biaya:
Rancangan
Jangka waktu
Biaya
Domain
Register awal
Rp 110.000
Hosting
Tahun
Rp 100.000
Wi.fi
Pembuatan awal
Rp 999.000
Biaya internet
Bulan
Rp 250.000
Biaya listrik
bulan
Rp 500.000
 
1.     Rancangan desain website
Terdapat perusahaan yang akan menawarkan jasa desain website dengan paket pembuatan satu website sebesar Rp 500.000. dengan analisa desain seperti berikut:
 

Header : dalam header akan dimasukkan logo perusahaan serta nama perusahaan beserta alamat perusahaan.
Nav with button : terdapat panel
1.    Home yang berisi tentang halaman awal mengenai perusahaan.
2.    News yang akan berisi tentang lowongan pekerjaan, berita terbaru dalam perusahaan,harga  produk-produk yang dijual dalam perusahaan.
3.    Profile yang akan berisi tetang profil khusus perusahaan seperti sejarah terbentuk, data pemilik, data karyawan yang bisa di log in karyawan, struktur organisasi dalam perusahaan.
Article : berisi tentang produk-produk yang dijual perusahaan.
Asside : berisi tentang hal singkat mengenai perusahaan.
Section : berisi coment para pengunjung website
Footer : yang akan diisi dengan iklan-iklan.

 

 



Senin, 06 Oktober 2014

E-GOVERMENT


engertian E-Goverment
E-Goverment adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis. Model penyampaian yang utama adalah Government-to-Citizen atau Government-to-Customer (G2C), Government-to-Business (G2B) serta Government-to-Government (G2G). Keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik.
Manfaat  E-Goverment
  1. Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasidapat disediakan 24 jam, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor . Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan.
  2. Peningkatan hubungan antara pemeritah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan [transparansi ] maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak.
  3. Pemberdayaan msyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah; jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilih sekolah yang pas untuk anaknya.
  4. Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien . Sebagai contoh, koordinasi pemerintahan dapat dilakukan melaluji e-mail atau bahkan vidio confernce .

B2B


B2B : Business-to-busines

Bisnis-ke-bisnis (Business-to-business) adalah transaksi komersial antara pelaku bisnis, misalkan antara perusahaan perakitan dan perusahaan distribusi. B2B ini adalah salah satu jenis pemasaran.Asal KataIstilah ini dipakai untuk komunikasi elektronik antara pelaku bisnis atau perusahaan sebagai pembeda dengan komunikasi para konsumen produk. Pada awalnya istilah ini digunakan untuk industri dan pemasaran barang modal saja, namun saat ini dipakai untuk mendeskripsikan semua produk barang dan jasa yang digunakan oleh perusahaan.DefinisiIstilah B2B dan B2C adalah bentuk pendek untuk Business-to-Business (B2B) dan Business-to-Consumer (B2C). Keduanya menggambarkan proses alami dalam pemasaran barang dan jasa. Jika produk dan jasa  B2B dijual dari satu perusahaan ke perusahaan lain, produk B2C dijual dari perusahaan ke pengguna akhir.Hampir semua produk B2C bisa menjadi produk B2B, produk B2B sangat sedikit digunakan oleh konsumen. Misal : kertas toilet, produk B2C yang khas, merupakan produk B2B jika dibeli dalam jumlah besar oleh hotel untuk toilet dan kamar. Namun, hanya sedikit orang yang akan membeli excavator untuk penggunaan pribadi mereka kecuali berupa mainan anak-anak.Sebagian besar produk B2B dibeli oleh perusahaan untuk digunakan dalam produksi mereka sendiri, memproduksi barang dan jasa yang akan dijual. Produk dengan nilai tambah yang diproduksi dapat dijual kepada perusahaan lain atau kepada konsumen.Setiap produk yang sampai kepada konsumen telah melalui berbagai proses penambahan nilai sebelum dibeli oleh pengguna akhir. Sejumlah pemasok dari berbagai industri akan berkontribusi pada produk jadi. Misalnya, sekaleng minuman ringan akan memerlukan perusahaan yang berbeda untuk menyediakan kaleng, air, gula, bahan-bahan lain, label-percetakan, pengemasan, transportasi, dan cat untuk pencetakan. Hanya transaksi yang terakhir dalam rantai penjualan / pembelian merupakan hubungan B2C.Dalam hal risiko, produk B2B umumnya dipandang memiliki risiko yang dirasakan lebih tinggi dibandingkan dengan produk B2C karena nilai setiap transaksi lebih tinggi. Misal : membeli mesin dapat biaya $ 2 juta dibandingkan dengan tube pasta gigi yang akan menelan biaya hanya $ 2. Namun dalam kenyataannya, tingkat risiko dalam hal perawatan, bisa cukup mirip sesuai pada sifat dari produk. Sebuah mesin rusak mirip dengan tabung pasta gigi yang terkontaminasi dapat membawa kerugian besar bagi pengguna masing-masing. Namun, karena jumlah pembelian, pembeli produk B2B cenderung lebih fokus pada proses evaluasi dan seleksi.Sumber : http://www.b2b.web.id/tag/artikel/